Namun, bagaimana bila Anda tidak mau memenuhi permintaan itu karena sekian banyak alasan? Apakah penolakan tersebut ialah tindakan sopan?

Berdasarkan keterangan dari pakar etiket gaya hidup dan pernikahan, Elaine Swann, wanita ingin sulit untuk menampik permintaan kawan untuk menjadi pengiring pengantin wanita.
Tidak tidak banyak yang mengisi permintaan itu tapi tidak berjalan fasih saat hari pernikahan, akhirnya menciptakan persahabatan renggang.
"Pada dasarnya ini ialah permintaan yang sebenarnya dapat Anda tolak. Meskipun kita tidak bersedia, Anda dapat mengutarakannya dengan halus dan menciptakan persahabatan tetap kental sampai pernikahan, meskipun Anda ialah pengiring pengantin yang kabur," ujar Swann.

Lalu, apa sebenarnya dalil menolak permintaan menjadi pengiring pengantin? Swann mengungkapkan, masalah utamanya pada dasarnya ialah persoalan biaya.
Sebab, menjadi pengiring pengantin membutuhkan ongkos yang lumayan besar guna mempersiapkan diri, contohnya saja menjahit busana seragam dan aneka aksesorinya. Ini pasti akan jadi masalah bila Anda sedang merasakan "krisis finansial."
Jikalau memang ongkos menjadi masalah, Swann menyarankan Anda untuk mengerjakan penghitungan secara cermat, mulai dari ongkos menjahit busana seragam hingga ongkos menghelat acara intim laksana bridal shower atau bachelorette party.

Swann mengatakan, gagasan mengatakan "ya" guna segala macam hal ialah suatu sikap yang identik dipunyai oleh kaum wanita.
Namun, daripada kita merasa separuh hati menjalani tugas sebagai pengiring pengantin dan merasa lebih baik mengisi permintaan yang tidak kita kehendaki, terdapat baiknya kita memikirkannya pulang dengan masak-masak.
"Lakukan kilas balik dan pikirkan persahabatan Anda. Apakah dia ialah orang yang lumayan dekat guna Anda turut berpartisipasi dalam momen sangat bersejarah dalam hidupnya? Kalau kita tak hendak berkomitmen menjadi pengiring pengantin wanita, putuskan dengan segara dan kerjakan dengan lembut," tutur Swann.

Swann memberi contoh, sampaikan terima kasih atas permintaan sang kawan untuk menjadikan kita sebagai di antara pengiring pengantin. Lalu, katakan bahwa kita tak dapat melakukannya.
"Kemudian, lemparkan kata 'namun' atau 'tetapi'. Katakan bahwa kita tetap muncul dalam resepsi perhikahannya atau berpartisipasi dalam pesta lajang stau perayaan lain mencantol pernikahannya," cerah dia.