"Ayo Pak, tenang kami bakal kawal hingga ke depan gereja. Ayo, minggir dulu, anda beri jalan guna saudara anda umat Nasrani yang akan menggelar pernikahan," ucap salah seorang massa aksi 112.
Pengawalan dari massa aksi 112 ini mendapat respons positif dari pengantin dan rombongan. "Terima kasih ya, Pak," ucap pengantin lelaki yang tampak mengenakan jas berwarna abu-abu itu.
Tak melulu memberi jalan untuk pengantin. Karena situasi hujan, sejumlah pemuda dari Front Pembela Islam (FPI) pun memayungkan pengantin dan rombongannya sampai ke depan pintu Gereja Katedral.

"Ayo buka jalan, anda tunjukkan umat Islam menjunjung toleransi," ucap salah seorang anggota FPI yang memayungi regu pengantin.
Sampai di halaman gereja, massa lantas kembali ke jalan. Pengantin dan rombongannya langsung masuk ke dalam gereja untuk menggelar ritual pernikahan.
"Terima kasih bapak-bapak," ucap salah seorang regu pengantin," kata dia.

Peserta aksi 112 terus hadir ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Mereka berlangsung kaki mengarah ke Masjid Istiqlal dari sekian banyak arah ruas jalan ketika hujan deras mulai mereda.
Seperti dilansir dari Antara, Sabtu (11/2/2017) di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, pukul 07.20 WIB, ratusan peserta aksi 112 yang membawa kendaraan bermotor memarkirkan kendaraannya di sepanjang trotoar Jalan Medan Merdeka Timur. Akibatnya, kemudian lintas tersendat mulai dari percabangan Patung Pahlawan atau Tugu Tani hingga ke arah Masjid Istiqlal.
Di samping kendaraan pribadi, terdapat pula peserta aksi 112 yang datang regu dengan memakai bus Metro Mini atau Miniarta.
Peserta aksi yang berlangsung kaki pun berasal dari Stasiun Gondangdia, Stasiun Manggarai, dan Cikini.
Hujan yang menyiram Jakarta tidak menciptakan peserta berhenti berlangsung ke arah Masjid Istiqlal. Sebagian peserta memakai jas hujan, payung, dan bahkan tidak mempedulikan dirinya basah kuyup. (Herman Zakaria)
