Lia Afif, misalnya. Lewat tema Royal Romance, dia menghadirkan 10 kreasi terbarunya yang menonjolkan warna biru.

“Royal yang dalam bahasa Inggris dapat bermakna biru atau pun sesuatu yang agung, sedang romance dengan kata lain romantisme,” papar Lia Afif.
Jadi, busana yang diciptakan Lia Afif ingin bermakna baju yang didesain guna menampilkan kemuliaan dan keindahan di balik warna biru. Dan semuanya dia ekspresikan lewat bahan batik sebagai representasi nilai lokal.
“Keindahan busana ini diinginkan membawa romantisme di masing-masing suasana, terutama ketika silaturahmi pada acara buka puasa maupun Lebaran nanti,” tuturnya saat didatangi di Ciputra World Surabaya, Jumat (2/6/2017).
Dalam rancangan kali ini, Lia menyatakan sengaja meminimalisir permainan detil dari batuan. Alasannya, warna maupun motif batik tulis yang dia pilih telah terlihat cantik sampai-sampai tidak butuh ada ekstra yang justeru menimbulkan kesan rumit.

"Saya gunakan batik tulis Tuban yang motifnya beragam, terdapat bunga, garis dan sulur," kata Lia. Bagi warna, Lia sengaja menggunakan warna alami laksana coklat, biru, dan krem. Warna khas ini ditekankan Lia kian terlihat memikat saat dipadukan bahan lain laksana seruti dan ciffon silk.
Soal desain, Lia lebih tidak sedikit menggunakan potongan A-Line yang simple. Meski begitu, sejumlah rancangan terdapat yang memakai celana atau ekstra outer sampai-sampai lebih beragam.
Potongan ini mudah dipakai oleh wanita dengan ukuran tubuh berapa juga dan tetap tampak cantik sebab kesan elegan tetap ditimbulkan Lia.
"Secara umum memang A-Line tetapi tidak jarang kali ada kesan elegan dengan ekstra potongan yang bertolak belakang untuk tiap garisnya. Misal unsur depan dada terdapat yang laksana segitiga terbalik, lantas ada balutan kain memanjang dari unsur dada sampai ke bawah," ungkapnya.
Di samping Lia Afif, desainer beda yang turut ambil unsur di acara bertema Blissfull Ramadhan itu ialah Errin Ugaru, Lia Soraya, Jenny Tjahyawati, dan koleksi busana Si.Se.Sa. Blissfull Ramadhan yang dilangsungkan mulai 13 Mei sampai 25 Juni 2017 ini juga dipenuhi bazaar yang memajang ragam busana muslim di 19 stan.
"Hampir seluruh yang diperlihatkan memang busana hijab, namun yang show tidak melulu desainer Surabaya melainkan pun dari Jakarta. Harapannya dapat menjadi pilihan berbusana," cetus Stephana Fevriera, Promotion Coordinator CWS.