Di siang mendung itu, tema pernikahan yang diusung ialah adat Jawa dan Sunda. Busana Carrisa juga harus mewakili dua unsur bertolak belakang tersebut. Mengambil tema warna broken-white, hijau pastel dipadukan dengan warna tanah, Carrisa memilih kebaya pengantin panjang brokat. Model off-shoulder pada kebaya, memperlihatkan bahu Carrisa yang indah.

Hiasan brokat mengkilat pada unsur lengan Carrisa menyusun seperti kelut bahu, mewakili adat Sunda. Kebaya itu terlihat berlapis manakala unsur bawah kebaya terdiri dari tiga warna bertolak belakang yaitu abu-abu, coklat terra-cota, dan broken white sebagai warna dasar kebaya
Kebaya kian terlihat manis dan lembut dengan adanya aksen pada tiga batu giok merah muda yang dibentuk seperti kancing di unsur depan. Bentuk dan warna anting Carrisa pun pun senada dengan kancing-kancing tersebut.

Kebaya itu dipadu dengan batik coklat adat Jawa.
Layaknya pengantin adat Jawa lainnya, kepala bintang 'Catatan Si Boy' tersebut juga dihiasi tibo dodho dan sintingan (hiasan bunga melati) yang menjuntai sampai bagian pinggang Carrisa. Berikut mahkota dan paes pada unsur dahi Carrisa.

Kutek dan lipstik merah pada kuku dan bibir Carissa menyerahkan kesan modern. Mata cokelat dan senyum manisnya kian menambah keelokan Carrisa di hari bahagianya itu. (Tribun Jakarta/Daniel Ngantung)

Berita menyeluruh ada di Tribun Jakarta Digital Newspaper edisi Minggu (1/4/2012) pagi.