Anne Avantie memilih tajuk Merenda Kasih, sebab konsep borongan pergelaran busana merefleksikan rasa rindunya pada dusun halamannya di Semarang, Jawa Tengah. Di samping itu, sekaligus guna mengingatkan dirinya bakal asal muasalnya sebelum menjadi seorang perancang busana papan atas Indonesia.

Lebih tidak cukup 125 koleksi dipersembahkan Anne pada semua tamu undangan yang hadir. Masing-masing koleksi tersebut dipecah dalam 10 tema yang berbeda. Benang merah yang membulatkan tiap busana ialah ketelitian Anne dalam menghadirkan rinci yang menebarkan daya pikat untuk siapa juga yang menyaksikannya.
Bersamaan dengan lenggak lenggok semua model di atas pentas peraga, buaian musik orkestra dari Erwin Gutawa mengiri keanggunan mereka dalam balutan busana terkini rancangan Anne.

Dimulai dari tema kebaya pecinan yang mengawinkan kebaya dengan busana tradisional Tiongkok, Cheongsam. Dilanjutkan dengan tema kedua kebaya pengantin berwarna putih emas. Lalu, pada unsur ketiga, muncul busana dengan kekuasaan warna emas yang menjawab keperluan pecinta mode dengan selera gaya penuh Media ADRIAN MOZES Pergelaran busana mengenang 25 tahun Anne Avantie berkarya
Kemudian, menginjak tema keempat muncul sejumlah pasangan suami istri selebrita Tanah Air. Mulai dari Arie Untung- Fenita Arie, Christian Sugiono-Titi Kamal, Gading-Gisele, dan masih tidak sedikit lainnya.

Pada tema keenam, cocok janji Anne untuk pewarta ketika konferensi pers, Anne melansir inovasi terbarunya, kebaya bermotif polkadot dan garis-garis. Kental terasa bahwa kebaya terkininya ini menghadirkan kesan nyeleneh namun tetap masih terkesan cantik dan elegan. Gaun vintage polkadot ala tahun 50'an yang megar dan memiliki tidak sedikit renda, digabungkan dengan kebaya brokat bewarna cerah, membuat kolaborasi yang menarik dan segar.
Tema ke-7 memperlihatkan kebaya yang terbilang konservatif, sebab kebaya-kebaya ini diutamakan untuk wanita berumur setengah baya. Para model yang muncul pun ialah ikon sinema masa lampau, Widyawati, Rima Melati, dan Marini.

Beralih pada tema kedelapan hingga 10, Anne kesudahannya menghadirkan koleksi pamungkas dengan memperlihatkan karya-karya terbaiknya. Kebaya yang dilengkapi cape besar dari batik dan beludru, menciptakan tampilan semua model tampak modern.
Di samping itu, kebaya seksi dengan bahan tembus pandang laksana jala dan renda, serta sentuhan glitter merefleksikan karakter feminin nan liar. kesan 'nakal'.

Untuk mencakup seluruh pergelaran megah ini, tak berlebihan rasanya untuk menuliskan bahwa Anne lagi-lagi sukses membuat semua tamu undangan yang muncul terperanjat dengan karya busananya yang cantik dan mengagumkan.
Perancang yang akrab di sapa bunda Anne ini pulang menorehkan citra positif yang menginspirasi semua generasi muda yang mempunyai hasrat berkarier di ranah mode Nusantara.